Rahasia Obor Olimpiade: Dari Propaganda ke Teknologi Ramah Lingkungan | Bercerita Sekilas

Bercerita Sekilas
By -
0
Poster: kontras sejarah dan masa depan obor Olimpiade — tekstur logam obor modern dengan latar stadion 1936 dan Pegunungan Alpen beraurora
Rahasia Obor Olimpiade — dari propaganda 1936 sampai desain ramah lingkungan: cerita di balik api dan teknologinya

Sejarah Singkat: 1936 & Propaganda

Pada Olimpiade Berlin 1936, obor mendapat fungsi simbolis baru—menghubungkan rezim modern dengan estetika peradaban klasik. Visual era itu (film, arsitektur stadion, dan sinematografi) membantu membentuk persepsi massal. Jika Anda tertarik dengan bagaimana narasi visual membentuk sejarah, baca juga tulisan terkait tentang praktik visual dan artefak historis pada blog kami.

Sains & Teknologi di Balik Api

Obor modern bukan sekadar tabung logam berisi bahan bakar. Rancangan teknik meliputi: bahan bakar yang stabil (contohnya Bio-LPG dari minyak goreng bekas), sistem oksidator internal untuk penggunaan di bawah air, hingga desain material yang tahan korosi dan memberi efek visual tertentu. Di laboratorium dan di misi mikrogravitasi, peneliti mempelajari bentuk api tanpa konveksi — sebuah bukti bahwa sains dapat mengubah simbol menjadi teknologi yang aman dan dapat diandalkan. (Untuk pembaca yang suka sejarah teknologi: lihat juga artikel kami yang membahas mumi dan artefak sebagai contoh bagaimana teknik tradisional bertahan di kondisi ekstrem). 

Transformasi: Dari Politik ke Keberlanjutan

Seiring waktu, fokus obor bergeser. Dari perangkat politik yang menautkan estetika ke kekuasaan, kini obor dirancang agar menjadi ikon teknologi ramah lingkungan—rekayasa bahan bakar, penggunaan aluminium daur ulang, dan perhatian pada jejak karbon upacara. 

Mengapa Ini Penting

Karena obor mengajari kita tiga hal penting: (1) objek budaya bisa dipolitisasi; (2) sains dapat mendekomodifikasi simbol menjadi solusi; (3) desain berkelanjutan bisa mengubah makna simbolik tanpa menghapusnya. 

Tonton Video



Subscribe Channel Bercerita Sekilas

Sumber & Bacaan Lanjutan

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)