Di antara fakta unik di dunia, satu yang selalu menarik perhatian adalah cerita tentang sebuah kota di Norwegia yang konon “dilarang mati”. Nama kota itu: Longyearbyen. Judul ini terdengar seperti clickbait, namun ada alasan ilmiah dan sejarah yang membuat klaim itu punya dasar nyata. Artikel ini mengupas latar belakang permafrost, keputusan administrasi, dan mengapa aturan ini termasuk hukum aneh yang sebenarnya adalah kebijakan keselamatan publik.
Apa yang benar-benar terjadi di Longyearbyen?
Longyearbyen adalah pemukiman di pulau Spitsbergen, Svalbard — jauh di dalam lingkar Arktik. Karena suhu sangat rendah, tanah di sana seringkali berada dalam kondisi permafrost (lapisan tanah beku permanen). Permafrost menyebabkan jasad yang dikubur tidak membusuk secara normal. Kondisi ini menimbulkan ketakutan: jika jenazah tetap terkubur dan kemudian es mencair, kemungkinan—meskipun kecil—bahwa patogen lama bisa muncul kembali. Oleh karena itu, pihak berwenang menutup pemakaman lokal dan mengatur agar orang yang sakit parah dipindahkan ke daratan Norwegia untuk perawatan akhir dan pemakaman.
Mengapa ini disebut “hukum aneh”?
Label “hukum aneh” muncul dari cara media merangkum fenomena ini: tampak aneh karena berhubungan langsung dengan kematian — tentu topik sensitif — sehingga frasa “dilarang mati” menyentak pembaca. Faktanya, yang dilarang adalah penguburan di wilayah tertentu, bukan kematian itu sendiri. Jadi istilah yang lebih tepat: larangan penguburan akibat permafrost.
Sejarah singkat kebijakan ini
Praktik ini menguat sejak pertengahan abad ke-20. Belakangan, penelitian dan kejadian historis menunjukkan adanya risiko kontaminasi oleh patogen lama pada beberapa jenazah yang ditemukan dalam kondisi beku. Demi pencegahan, kebijakan diputuskan untuk melindungi komunitas di Svalbard dari risiko tak terduga.
Konsekuensi sosial dan budaya
Tindakan ini membawa dampak emosional pada penduduk: tradisi lokal mengenai penguburan berubah, dan keluarga harus membuat keputusan sulit terkait akhir hayat. Namun dari sisi kesehatan masyarakat, langkah ini dipandang sebagai tindakan preventif yang masuk akal.
Apa yang bisa kita pelajari?
- Ilmu vs sensasi: Berita yang terdengar aneh seringkali perlu dibaca secara kritis. "Dilarang mati" terdengar sensasional tapi sebenarnya soal logistik penguburan.
- Pentingnya kebijakan preventif: Permafrost memaksa otoritas membuat kebijakan yang tidak biasa demi keselamatan jangka panjang.
- Kisah manusia di balik angka: Kebijakan ini memengaruhi keluarga, adat, dan cara komunitas menghadapi kematian.
Referensi singkat
Untuk bacaan lebih dalam, lihat sumber berikut sebagai titik awal riset:

Posting Komentar
0Komentar