Pohon “Menjerit” Saat Kekeringan? Deteksi Dini Stres Tanaman

Bercerita Sekilas
By -
0
Pohon di lahan kering dengan visualisasi gelombang ultrasonik
Pohon kering memancarkan gelombang ultrasonik sebagai tanda stres air.

Pernahkah Anda mendengar bahwa pohon bisa “berteriak” saat kehausan? Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pada saat kekeringan, sel-sel xilem pohon membentuk gelembung uap air yang kemudian meledak, memancarkan pulsa ultrasonik di frekuensi puluhan kilo­hertz. Pohon sehat hanya mengeluarkan kurang dari satu klik per jam, tetapi pada kondisi stres air, jumlah klik bisa melonjak hingga 30–50 per jam.[1]

Metode ini disebut kavitasi xilem atau embolisme, dan kini dimanfaatkan untuk deteksi dini stres tanaman. Cukup pasang sensor ultrasonik di batang, lalu pantau pulsa klik “popcorn” yang tak terdengar oleh telinga manusia—namun sangat mudah diukur secara real-time.[2]

Manfaat untuk Pertanian Modern

Dengan teknologi ini, petani dapat memantau kelembapan tanah dan kebutuhan air tanaman secara non-destruktif. Bandingkan dengan metode tradisional yang sering terlambat—sensor ultrasonik memberi peringatan saat pohon “menjerit” meminta air, sehingga irigasi lebih efisien dan tanaman terhindar dari layu.

Hubungkan dengan Topik Suara dan Tanaman

Topik gelombang suara pada tanaman bukan hal baru di channel ini. Baca juga artikel kami tentang bagaimana tanaman “mendengar” musik pada frekuensi 200–500 Hz untuk meningkatkan pertahanan alami padi dan jagung.

Referensi:

  1. Khait, Y. et al. (2023). Ultrasonic Emissions from Drought-Stressed Trees. Plant Physiology.
  2. Ponomarenko, V. et al. (2014). Cavitation Events in Xylem Detected Ultrasonically. Journal of Experimental Botany.


Jika Anda tertarik dengan fakta menarik lainnya, subscribe Channel Bercerita Sekilas sekarang juga!

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)