Meroë dan Mata Uang Logam Kerajaan Kush: Sejarah Mata Uang Kuno Sub-Sahara

Bercerita Sekilas
By -
0
Piramida Nubia di Meroë, Sudan
Panorama Piramida Nubia yang Menjadi Saksi Kejayaan Kush di Meroë

Pada abad ke-8 SM hingga abad ke-4 M, peradaban Meroë di Sudan menjadi pusat perdagangan mewah di Lembah Nil. Namun yang paling mengejutkan, Kerajaan Kush mencetak mata uang kuno sendiri—fenomena langka di kawasan Sub-Sahara kuno.

Latar Belakang Ekonomi Kush

Kush menambang besi, berdagang gading, garam, dan logam mulia. Dengan cetakan perunggu khusus, mereka memproduksi koin bermotif aksara Meroitik dan citra raja, yang kemudian dipakai di pasar Nubia, Mesir, bahkan hingga Yunani dan Romawi.

Jejak Arkeologi & Bukti Koin

Temuan koin Khabbash dan prasasti Meroitik di situs Meroë membuktikan mekanisme percetakan yang canggih. Jurnal Journal of African Archaeology Vol. 17 (2021) mencatat bahwa koin-koin ini memperkuat jaringan dagang lintas benua.^[1]

Signifikansi Budaya

Koin bukan sekadar alat tukar; ia simbol kekuasaan dan identitas Kush. Dengan uang logam, Kush membuktikan statusnya setara peradaban maju seperti Mesir dan Roma.

Untuk menguak lebih banyak fakta unik tentang peradaban kuno, jangan lewatkan artikel kami tentang 5 Fakta Menarik Piramida Mesir yang Jarang Diketahui.

Kesimpulan

Kerajaan Kush di Meroë tidak hanya memahat batu di gurun Sudan, tetapi juga mengejar inovasi moneter yang menempatkan mereka sebagai pelopor mata uang kuno di Sub-Sahara.

 Subscribe Channel Bercerita Sekilas untuk cerita sejarah singkat lainnya!

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)