Ringkasan Utama
Kerajaan Pagan (849–c. 1300 M), juga dikenal sebagai Dinasti Pagan, merupakan kerajaan pertama yang berhasil menyatukan lembah Irrawaddy di dataran rendah Myanmar di bawah satu kekuasaan politik dan agama. Berawal dari pemukiman kecil di tepi Sungai Irrawaddy, kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-11 hingga ke-13 di bawah penguasa seperti Anawrahta (1044–1077 M), yang memperkenalkan Buddhisme Theravada sebagai agama negara dan menanamkan aksara Mon serta bahasa Pali dalam administrasi pemerintahan WikipediaWikipedia. Selama masa kejayaannya dibangun lebih dari 10.000 candi, pagoda, dan biara di dataran Bagan, dari mana sekitar 2.200 bangunan masih tersisa hingga kini WikipediaWikipedia. Pada pertengahan abad ke-13, lemahnya keuangan kerajaan akibat pemberian tanah bebas pajak kepada lembaga keagamaan, disertai serangkaian invasi Mongol (1277–1287), menyebabkan runtuhnya kekuasaan Pagan pada 1287 dan memicu 250 tahun era fragmentasi politik di Myanmar WikipediaWikipedia.
Sejarah dan Perluasan Wilayah
Asal Usul (849–1044 M)
-
Pendiri Awal: Kelompok Burman (Mranma) bermigrasi dan menetap di Pagan pada abad ke-9, membentuk pemukiman kecil yang mengendalikan jalur perdagangan di lembah Irrawaddy Encyclopedia Britannica.
-
Pertumbuhan Awal: Selama dua abad berikutnya, Pagan perlahan menyerap wilayah Pyu dan Mon di sekitarnya hingga menjadi kekuatan regional menjelang abad ke-11 Wikipedia.
Keemasan Bawah Anawrahta dan Penerusnya (1044–1211 M)
-
Anawrahta (1044–1077 M)
-
Membawa Buddhisme Theravada dari Mon dan menjadikannya agama negara, menggantikan praktik Ari Buddhism yang bersifat tantrik Wikipedia.
-
Mempersatukan lembah Irrawaddy dan menaklukkan wilayah Shan dan Arakan, menghalau pengaruh Khmer di pantai Tenasserim Wikipedia.
-
Membangun sistem irigasi dengan bendungan (weir) sehingga meningkatkan produksi padi dan menopang ekonomi kerajaan Wikipedia.
-
-
Penerus Utama:
-
Kyansittha (1084–1112 M) dan Sithu I (1112–1167 M) melanjutkan stabilitas politik dan pembangunan candi.
-
Sithu II (1174–1211 M) memperluas pengaruh hingga Selat Malaka bagian utara dan Sungai Salween, menjadikan Pagan sejajar dengan Khmer Empire pada masanya Wikipedia.
-
Administrasi, Aksara, dan Bahasa
-
Aksara Mon dan Bahasa Pali:
Kerajaan Pagan mengadopsi aksara Mon untuk keperluan administratif dan literatur agama, sementara bahasa Pali digunakan dalam teks-teks Buddhis dan prasasti, misalnya Prasasti Myazedi (1113 M) yang memuat empat bahasa: Pali, Pyu, Mon, dan Burma Encyclopedia Britannica. -
Sistem Pemerintahan:
Monarki terpusat dengan rajanya sebagai kepala pemerintahan dan agama. Dewan penasihat (priayai) serta administrasi regional dipegang oleh gubernur yang diangkat langsung oleh raja Wikipedia. -
Pajak dan Ekonomi:
Awalnya kuat berkat irigasi dan pertanian padi, namun mulai melemah akibat donasi tanah bebas pajak (bewa) untuk lembaga keagamaan, menggerus basis pendapatan negara pada abad ke-13 Wikipedia.
Pembangunan Candi di Bagan
-
Pada masa puncak (abad ke-11–13), lebih dari 10.000 struktur keagamaan—candi, pagoda, dan biara—didirikan di dataran Bagan, menjadi pusat politik dan ritual Buddhis WikipediaWikipedia.
-
Arsitektur menampilkan pengaruh Mon, Pyu, dan India, dengan relief kehidupan Buddha, stupa berundak, dan desain kubah yang khas.
-
Sumbangan berupa tanah dan bangunan mengukuhkan legitimasi raja sekaligus menjadikan Pagan sebagai pusat ziarah terpenting di Asia Tenggara pada zamannya.
Kemunduran dan Runtuh (Abad ke-13)
-
Overekspansi Keagamaan:
Pemberian terus-menerus tanah bebas pajak untuk keagamaan (sangha) mengurangi basis pajak kerajaan hingga dua pertiga lahan subur dihabiskan untuk donasi, melemahkan kemampuan militer dan birokrasi Wikipedia. -
Invasi Mongol (1277–1287):
Serangkaian kampanye militer Yuan di bawah Kublai Khan menewaskan banyak pasukan Pagan, memaksa raja Narathihapate mundur, dan ditandai keruntuhan kekuasaan pusat pada Desember 1287 Wikipedia. -
Pasca-Runtuh:
Setelah 1287, wilayah Myanmar terpecah menjadi beberapa negara kota Shan, Mon, dan raja kecil Pagan, memicu era fragmentasi selama 250 tahun hingga kebangkitan kembali di bawah Dinasti Toungoo pada abad ke-16.
Warisan Budaya dan Politik
-
Dasar Kebudayaan Modern Myanmar:
Sistem administrasi, penulisan aksara, dan praktik Buddhisme Theravada yang distandarisasi oleh Pagan diwariskan ke kerajaan-kerajaan selanjutnya—Ava, Hanthawaddy, dan Toungoo Wikipedia. -
Pengaruh Regional:
Keberhasilan Pagan memperkuat Buddhisme Theravada yang kemudian menyebar ke Siam, Lan Na, dan Laos, menjadikan Bagan sebagai “pemberhentian penting” dalam sejarah agama di Asia Tenggara Wikipedia. -
Warisan Arkeologis:
Situs Bagan kini diakui UNESCO (2019), menampilkan ribuan monumen kuno yang menjadi bukti kejayaan Pagan dan pusat studi arkeologi penting bagi sejarah Asia Tenggara.
Dengan demikian, Kerajaan Pagan tidak hanya menjadi tonggak politik pertama bagi Myanmar, tetapi juga meletakkan fondasi kebudayaan, agama, dan bahasa yang masih bertahan hingga era modern.

Posting Komentar
0Komentar