![]() |
| Ilustrasi susunan cetakan huruf bergerak dari tanah liat, inovasi revolusioner abad ke-11 pada masa Dinasti Song. |
Pernahkah Anda mendengar nama Pi Sheng? Ketika berbicara tentang penemu mesin cetak, dunia sering kali langsung merujuk pada Johannes Gutenberg dari Eropa. Namun, fakta sejarah mengungkapkan kebenaran yang berbeda. Inovasi cetakan huruf bergerak (movable type) pertama kali diciptakan oleh seorang alkemis sederhana dari Tiongkok, jauh sebelum revolusi cetak terjadi di Barat.
Inovasi Revolusioner dari Dinasti Song
Pada abad ke-11, tepatnya sekitar tahun 1040 Masehi di masa pemerintahan Dinasti Song yang gemilang, Pi Sheng berhasil menciptakan cetakan huruf bergerak. Inovasinya muncul lebih dari 400 tahun sebelum Gutenberg menemukan mesin cetak logamnya.
Bagaimana Cara Kerja Mesin Cetak Pi Sheng?
Di zaman di mana naskah masih harus disalin secara manual satu per satu dengan tangan, Pi Sheng melakukan terobosan yang sangat jenius dengan langkah-langkah berikut:
- Pembuatan Huruf: Ia membuat potongan-potongan huruf dari tanah liat yang dibentuk menyerupai karakter Tionghoa.
- Pembakaran: Potongan tanah liat tersebut kemudian dibakar dengan suhu tinggi hingga mengeras seperti porselen.
- Penyusunan: Huruf-huruf cetak itu disusun ulang membentuk kalimat, lalu ditempelkan di atas lempeng logam yang telah dilapisi campuran resin dan lilin.
- Pencetakan: Setelah dipanaskan agar menempel kuat dan didinginkan, susunan huruf tersebut siap digunakan untuk mencetak halaman demi halaman teks secara massal.
Mengapa Teknologi Ini Kurang Populer di Masanya?
Meskipun sangat visioner, penemuan Pi Sheng menghadapi beberapa tantangan berat di masanya:
- Kerumitan Bahasa: Berbeda dengan Eropa yang menggunakan puluhan abjad alfabet, karakter Mandarin terdiri dari ribuan simbol unik. Hal ini membuat proses mencari dan menyusun huruf menjadi sangat rumit dan memakan waktu.
- Kerapuhan Bahan: Bahan tanah liat tergolong gampang rusak. Teknik ini dinilai kurang efisien jika dibandingkan dengan teknik cetak blok kayu utuh yang saat itu sudah lebih dulu populer di Tiongkok.
Kesimpulan: Sang Pelopor Percetakan Sejati
Meskipun namanya tidak tercatat setenar Gutenberg di buku-buku sejarah Barat, Pi Sheng adalah pelopor sejati dalam dunia percetakan. Ia membuka jalan bagi teknologi cetak yang kemudian berkembang pesat di seluruh Asia Timur, termasuk Korea dan Jepang. Sejarah Pi Sheng menjadi bukti nyata bahwa tidak semua teknologi hebat dan revolusioner di dunia ini berasal dari peradaban Barat.

💬 Komentar